Tidak hanya manusia dan Negara di dunia yang mempunyai sejarah hidup, ternyata matematika juga mempunyai sejarah dan perkembangannya. Matematika merupakan rangkaian bahasa yang disampaikan dalam bentuk simbol-simbol dan rumus. Tanpa disadari matematika bisa menjadi alat komunikasi yang mampu mengatasi berbagai macam permasalahan. Dibalik kesulitan dan kesukaran rumus-rumus matematika, ternyata sejarah metematika telah memberikan manfaat besar bagi peradaban manusia sepanjang masa dan perkembangan modern masa depan manusia. Tanpa matematika, maka Ilmu Pengetahuan dan Teknologi tidak akan ada dan tanpa rumus-rumus matematika, maka ilmu pasti tidak akan membantu manusia. Manfaat lain dari belajar sejarah matematika adalah kita bisa mengetahui cara menemukan suatu teori dan juga mengenal tokoh yang menemukan teori tersebut.
Sejarah yang dipelajari pada saat kuliah berbeda dengan sejarah dipelajari pada saat SD, SMP, dan SMA, karena sejarah yang dipelajari sekarang berhubungan dengan matematika. Saat kita masih sekolah, kita hanya mengetahui tentang rumus-rumus matematika dan cara menghitung menggunakan rumus tersebut. Saat kuliah, kita bisa belajar bagaimana cara menemukan rumus tersebut, tokoh-tokoh yang menemukan rumus dan informasi lainnya yang terkait dengan matematika.
Kategori untuk sejarah matematika, antara lain tentang aljabar, aritmatika, kalkulus, geometri, dll. Banyak manfaat Matematika untuk ilmu pengetahuan lain dan juga untuk kehidupan, misalnya :
Permutasi, Kombinasi, Peluang (Statistika) yang dapat digunakan untuk mengetahui banyaknya urutan dan kejadian yang mungkin terjadi dari serangkaian observasi. Misalnya dari contoh kombinasi adalah mencari banyaknya formasi dalam suatu team.
Aritmatika yang hampir digunakan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu untuk hitung-menghitung.
Geometri yang bisa digunakan para ahli sipil karena materi geometri salah satunya adalah membahas tentang bangun dan keruangan.
Aljabar yang bisa digunakan untuk memecahkan masalah bagaimana memperoleh laba sebanyak mungkin dengan biaya sesedikit mungkin (dengan Formulasi Optimasi).
Dengan logika Matematika juga bisa membantu untuk berpikir logis, tapi tentu saja bukan hanya Matematika yang bisa membantu dalam berpikir logis.
Sebenarnya matematika adalah ilmu yang asyik karena banyak yang bisa kita ciptakan dengan bantuan Ilmu matematika.Ilmu matematika jika diaplikasikan dengan ilmu lain, maka akan menghasilkan hal yang “tidak masuk akal”. Misalnya pesawat terbang yang bisa melesat di udara, berkomunikasi dengan orang lain di dalam negeri maupun di luar negeri dengan menggunakan Handphone, bisa menyaksikan dan mendengar berita atau informasi dari berbagai deerah dengan menggunakan televisi. Semua perangkat canggih atau alat teknologi canggih itu jadi berkat bantuan “ilmu pasti/matematika”. Masih banyak lagi segala sesuatu yang membuat hal serba mudah berkat bantuan ilmu Matematika dan rumus-rumusnya. Jadi, sulitnya rumus matematika, bisa memberikan manfaat bagi peradaban manusia masa lalu dan untuk masa depan.
Dengan banyak membaca dan mencari informasi, misalnya melalui Internet, kita bisa mendapatkan informasi dan menjadi tahu tentang sejarah matematika, manfaat dan perkembangannya.
Matematika sebenarnya sudah sejak lama dipelajari oleh manusia. Hal ini terbukti dengan adanya beberapa Negara/kekaisaran yang memakai matematika, misalnya :
Yunani Kuno
Fakta Yunani Kuno memepelajari matematika adalah adanya teorema Pythagoras yang dibuktikan secara matematis. Tokoh-tokoh lain yang menemukan dan mencetuskan beberapa temuan, antara lain :
Al Khwarizmi : mencetuskan awal konsep nol ;
Archimedes : mencetuskan nama parabola dan membuat geometri bidang datar sehingga bangsa Yunani mengenal bilangan prima ;
Hipassus : penemu bilangan irrasional ;
Diophantus : penemu aritmatika (pembahasan teori-teori bilangan yang isinya merupakan pengembangan aljabar yang dilakukan dengan membuat sebuah persamaan) ;
India
Fakta bahwa India Kuno mempelajari matematika adalah
Aryabtha (4018 SM) yang menemukan hubungan keliling sebuah lingkaran, dan memperkenalkan pemakaian nol dan desimal.
Brahmagyupta yang menemukan bilangan negatif dan rumus a2+b2+c2 yang telah ada pada “Sulbasutra” , dan geometrinya sudah mengenal tripel Pythagoras, teorema Pythagoras dan segitiga pascal.
China
Fakta orang China mempelajari matematika adalah
Bangsa China yang telah mengenal sifat-sifat segitiga siku-siku tahun 3000 SM.
Mengembagkan angka negatif, bilangan desimal, sistem desimal, sistem biner, aljabar, geometri, trigonometri dan kalkulus.
Menemukan metode untuk memecahkan beberapa jenis persamaan, yaitu persamaan kuadrat, kubik dan qualitik,
Aljabarnya menggunakan sistem horner untuk menyelesaikan persamaan kuadrat.
Mesopotamia
Fakta bahwa Mesopotamia telah mengenal dan mempelajari matematika adalah
Bangsa mesopotamin telah menentukan sistem bilangan pertama kali.
Menentukan sistem berat dan ukur.
Tahun 2500 SM, sistem desimal tidak lagi digunakan dan lidi diganti oleh notasi berbentuk baji.
Babilonia
Fakta bahwa bangsa Babilonia telah mempelajari matematika adalah
Bangsa Babilonia telah menggunakan sistem desimal dan π=3,125.
Menemukan kalkulator.
Mengenal geometri sebagai basis perhitungan astronomi.
Menggunakan pendekatan untuk alat kuadrat.
Geometrinya bersifat aljabaris.
Aritmatika tumbuh dan berkembang menjadi aljabar retoris dan juga sudah mengenal teorema Pythagoras.
Mesir Kuno
Fakta bahwa Mesir Kuno telah mempelajari matematika adalah
Masyarakat Mesir Kuno sudah mengenal rumus untuk menghitung luas dan isi.
Mengenal sistem bilangan dan simbol pada tahun 3100 SM.
Mengenal tripel Pythagoras.
Sistem angka bercorak aditif dan aritmatika.
Tahun 3000 SM menggunakan sistem bilangan berbasis 10.
matematika-sejarah-dan-manfaat-matematika.html
http://purwati-matswa09.blogspot.com/2011/06/time-line-of-mathematics-ii.html
Senin, 27 Februari 2012
History of Mathematics
Object : Mathematics (primary)
Related Object : secondary
· Mathematician
· The works of mathematician
· The story of mathematician and their works
· The context of math and mathematician
· The use/application of math
· The relationship among math
Note :
· Context
· Geographically
· Culture
· Philosophy
Immanuel Kant is philosopher of mathematics and mathematician
Method :
· Qualitative (to be supported by “Quantitative”)
· Timeline (sejarah)
· Intensif (indepth)
· Extensif (comprehensive)
· Phenomenology : abstraksi dan idealisasi
· Social studies
· Antrophology
· Archieve
· Artefact
· Description/explanation
· Ontology (hakekat)
· Aksiology (manfaat, ethic, esthetic)
Langganan:
Postingan (Atom)