Sebelum zaman modern dan penyebaran ilmu pengetahuan ke seluruh dunia, contoh-contoh tertulis dari pengembangan matematika telah mengalami kemilauan di beberapa tempat. Tulisan matematika terkuno yang telah ditemukan adalah Plimpton 322 (matematika Babilonia sekitar 1900 SM), Lembaran Matematika Rhind (matematika Mesir sekitar 2000-1800 SM), dan Lembaran Matematika Moskwa (matematika Mesir sekitar 1890 SM).
History of Mathematics :
1. Babilonia
Dinamai “Matematika Babilonia” karena peran utama kawasan Babilonia sebagai tempat untuk belajar. Pada zaman peradaban helenistik Matematika Babilonia berpadu dengan Matematika Yunani dan Mesir untuk membangkitkan Matematika Yunani
2. Mesopotamia
Mesopotamia, terkhusus Baghdad menjadi pusat penting pengkajian Matematika Islam.
3. Mesir Kuno
Matematika Mesir merunjuk pada matematika yang ditulis di dalam bahasa Mesir. Pengkajian matematika di Mesir berlanjut di bawah Khilafah Islam sebagai bagian dari matematika Islam, ketika bahasa Arab menjadi bahasa tertulis bagi kaum terpelajar Mesir. Tulisan matematika Mesir yang paling panjang adalah Lembaran Rhind, diperkirakan berasal dari tahun 1650 SM tetapi mungkin lembaran itu adalah salinan dari dokumen yang lebih tua dari Kerajaan Tengah, yaitu dari tahun 2000-1800 SM.
4. Yunani Kuno
Matematika Yunani merujuk pada matematika yang ditulis di dalam bahasa Yunani antara tahun 600 SM sampai 300 M. Matematika Yunani lebih berbobot daripada matematika yang dikembangkan oleh kebudayaan-kebudayaan pendahulunya. Semua naskah matematika pra-Yunani yang masih terpelihara menunjukkan penggunaan penalaran induktif, yakni pengamatan yang berulang-ulang yang digunakan untuk mendirikan aturan praktis. Sebaliknya, matematikawan Yunani menggunakan penalaran deduktif. Bangsa Yunani menggunakan logika untuk menurunkan simpulan dari definisi dan aksioma, dan menggunakan kekuatan matematika untuk membuktikannya.
Cara mengidentifikasi waktu adalah dengan menggunakan satu titik. Cara untuk menghitung waktu adalah dengan :
1. Mapping, yaitu cara menghitung durasi waktu dengan cara pemetaan. Mapping juga bisa digunakan sebagai jam, baik berupa jam air maupun jam pasir.
2. Bayangan matahari.
Contoh : Misalnya si A berkunjung ke rumah si B, si A berkata pada si B, bahwa dia akan pulang tepat bayangannya berada saat itu.
Tokoh-tokoh menandakan waktu dengan karya-karya yang monumental baik hasil maupun alat. Produk yang dihasilkan berasal dari ide atau konsep. Produk yang dihasilkan berupa electronic doc, stressing, categorization, dan antrophology. Alat yang digunakan terbuat dari batu, perunggu, dan besi.
Manusia zaman dahulu juga menggunakan kalender sebagai penentuan hari. Kalender dibuat dengan mengembangkan metode berpikir dan korespondensi dimensi antara ruang dan waktu. Konteks dari pembuatan kalender dengan
Metode yang paling sederhana untuk menghitung usia dari alat-alat adalah pikiran yang canggih. Dengan menggunakan pikiran yang canggih, manusia bisa menciptakan sinar nuklir yang bisa digunakan untuk menghitung usia artefak. Pada zaman sekarang, sudah banyak teknologi yang dikembangkan dari hasil pemikiran, ide dan konsep manusia. Salah satu contohnya adalah NANO, yaitu kawat yang terjadi dari reaksi kimia yang tidak akan pernah lengkung dan digunakan untuk tempat berpijaknya lift.
Berbicara tentang suku INCA, di Indonesia, tepatnya di Palembang juga terdapat peninggalan Melayu. Proses sebuah kerajaan hancur, hanya meninggalkan artefak disebabkan adanya koloni yang menekankan pada matematika. Dalam matematika juga terdapat ide, gagasan, dan artefak.
Urutan zaman-zaman :
Babilonia dan Mesir Kuno
Yunani Kuno
Pada zaman modern, sekitar abad ke 16-18 sudah mulai diciptakan karya berupa buku. Buku-buku yang mulai diciptakan pada zaman modern adalah tentang Pythagoras, Euclides, Leoniz. Penemu tentang matematika sekarang adalah USA dan Jepang.
Kita juga bisa membaca Time Line tentang sejarah matematika Karena ada interaksi bagaimana temuan itu bisa bermanfaat. Subjeknya adalah ide yang dapat mengetahui produk dan metodenya.
The History of mathematics really I my self, yaitu :
1. To identify
2. To understand or to translate
3. To relate
4. To make use
5. To build
6. To exhibit
1. To experiment or to apply or to use
2. To develop
3. To make ovident
Hermeneutic (to translate and to be translate)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar