Geometri
non-Euclidean adalah geometri yang berbeda dengan geometri Euclid. Setiap
geometri non-Euclidean adalah sistem yang konsisten dari definisi, asumsi, dan
bukti-bukti yang menggambarkan objek, seperti titik, garis dan bidang. Yang
paling umum dalam geometri non-Euclidean adalah geometri eliptik dan geometri
hiperbolik. Perbedaan penting antara geometri Euclid dan geometri non-Euclidean
adalah sifat dari garis parallel.
Munculnya
geometri non-Euclidean diawali dengan adanya kecacatan pada postulat kelima
yang dibuktikan oleh Euclid tanpa memberikan cara pembuktian. Matematikawan
terkemuka Jerman, yaitu Gauss adalah orang pertama yang menemukan kesalahan
postulat kelima Euclid tersebut. Janos Bolya dari Hongaria dan Nicolay
Lobachevsky secara terpisah mampu membuktikan kecacatan postulat kelima Euclid
dengan cara yang berbeda pula. Bolya menerbitkan penemuannya pada tahun 1832
dalam suatu lampiran. Lobachevsky juga menemukan secara terpisah geometri non-Euclidean,
tetapi geometrinya berlaku untuk dimensi-dimensi yang lebih rendah.
Pada
abad ke-19, geometri non-Euclidean dikembangkan secara terpisah di Jerman. Ilmu
ukur ini sangat bermanfaat pada abad ke-20 dan ke-21 yang digunakan untuk
meneliti dimensi-dimensi atau ukuran-ukuran, seperti panjang, lebar, tinggi
atau kedalaman. Georg Bernhard Riemann juga secara terpisah menemukan geometri
non-Euclidean. Riemann sebelumnya mempelajari geometri jenis ini pada dosennya,
Carl Friedrich Gauss. Geometri Riemann bisa diterapkan untuk menjelaskan
"dimensi keempat" dari ruang dan dimensi-dimensi yang "lebih
tinggi" dari dimensi-dimensi lebih rendah apabila orang tersebut memakai
geometri Lobachevsky.
Geometri
non-Euclidean tidak hanya dipakai di matematika, tetapi digunakan juga di
fisika. Pada abad ke-20, geometri non-Euclidean dipakai fisikawan untuk
menjelaskan alam semesta dan evolusinya. Ahli-ahli ilmu fisika teoritis abad
ke-20 sering memakai geometri non-Euclidean untuk menjelaskan ruang hiper,
disebut hyperspace dalam bahasa Inggris. Ruang hiper adalah ruang berdimensi
lebih "tinggi" dari sekadar ruang tri-dimensional - ruang berukuran
panjang, lebar, tinggi atau kedalaman. Geometri non-Euclidean adalah matematika
yang cocok untuk membahas ruang hiper. Geometri non-Euclidean berisi ciri-ciri
ruang hiper.
Penemuan geometri non-Euclidean juga
memiliki dampak yang besar pada perkembangan matematika pada abad 19 dan 20.
Selama lebih dari dua ribu tahun, Elemen menjabat sebagai Alkitab
matematika, dasar dari metode aksiomatik dan sumber pengetahuan deduktif.
Sebagai hasilnya, metode aksiomatik telah terpisah dari intuisi dan
diformalkan, yang akhirnya menyebabkan perkembangan metamatika, Teori Model,
Godel dan Non-Standar Analisis Abraham Robinson. Teori Relativitas Einstein
didasarkan pada gagasan bahwa benda-benda material mendistorsi ruang dan
mendefinisikan kembali geometri.
Adanya
geometri non-Euclidean tidak berarti geometri klasik Yunani kuno itu diabaikan.
Geometri Euclidean masih dipelajari karena kegunaannya yang khusus untuk
memahami dan membentuk ruang-ruang di tempat yang datar.
Jadi,
apa relevansi geometri non-Euclidean temuan Nikolay Ivanovich Lobachevsky
dengan geometri yang ditemukan Georg Bernhard Riemann? Lobachevsky adalah salah
seorang penemu geometri non-Euclidean. Meskipun demikian, geometri temuannya
dibatasi pada dimensi-dimensi yang lebih rendah.
Dengan adanya penemuan kesalahan pada
postulat V, membuat berkembangnya geometri model baru. Geometri model baru
tersebut dirintis oleh Beltrami dari Italia, disusul Cayley dari Inggris,
Poincare dari Perancis dan Felix Klein dari Jerman. Terakhir, geometri model
baru tersebut diubah dan dilakukan penyesesuaian kecil terhadap postulat-postulat
Euclid oleh Bernhard Riemann dari Jerman sehingga muncul bentuk-bentuk baru,
seperti : hiperbola, parabola, dan ellips yang merupakan jawaban bahwa alam semesta bukanlah pengikut
aliran Euclid (non-Euclidian). Pada tahun 1854, Riemann menunjukkan bahwa sifat
tak terhingga dari suatu garis lurus disisihkan dan yang diterima hanyalah
sifatnya yang tanpa batas. Maka dengan beberapa perubahan kecil dari
postulat-postulat lainnya akan dapat dikembangkan geometri non-Euclidian lain
yang konsisten
Sumber :
Buku The History of Mathematics
Tidak ada komentar:
Posting Komentar