Jumat, 18 Mei 2012

Sejarah Matematika dalam Ruang dan Waktu


Ciri khas matematika adalah memiliki :
1.      akal
2.      pikiran
Kita harus menggunakan akal dan pikiran dalam mempelajari matematika.
Kita tidak bisa mengatakan bahwa matematika hanya sebagai ilmu. Pernyataan tentang matematika sebagai ilmu baru ¼ dunia. Pernyataan yang benar terkait matematika adalah :
1.      Matematika sebagai ilmu
2.      Matematika sebagai struktur
3.      Matematika sebagai kreatifitas
4.      Matematika sebagai proses
Dalam pikiran kita, sering muncul pertanyaan :
·         Bolehkah matematika memiliki perasaan??
·         Bolehkan matematika memiliki pikiran??
·         Bolehkah matematika hidup ??
Apabila kita ingin mengetahui jawaban dari pertanyaan di atas, maka kita dapat mempelajari sejarah matematika. Itu merupakan manfaat dari pentingnya mempelajari matematika.
Matematika ada sejak manusia di bumi, yaitu sejak zaman Nabi Adam AS di bumi, karena pada saat itu Nabi Adam AS telah dapat menghitung berapa jumlah anaknya yang lahir. Sampai akhir zaman pun, matematika selalu ada dalam kehidupan.
Dalam matematika, kita dapat bereksperiman dengan waktu. Waktu itu adalah sesuatu yang penting bagi kehidupan. Waktu dianggap sebagai setengah dari kehidupan. Dengan adanya waktu, kita dapat membedakan antara waktu pada masa lampau, waktu sekarang,dan waktu yang akan datang. Apabila tidak ada waktu, antara waktu pada masa lampau, waktu sekarang,dan waktu yang akan datang itu akan sama. Selain waktu yang dianggap sebagai setengah dari kehidupan, setengah dari kehidupan lainnya adalah ruang. Apabila tidak ada ruang, kita tidak dapat membedakan antara jarak yang dekat dan jauh, sehingga semua tempat itu dianggap sama. Apabila tidak ada ruang, maka tidak ada kehidupan. Matematika juga relative terhadap ruang dan waktu.  Jadi, ruang dan waktu adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, karena sangat penting bagi kehidupan.
Wadah dan Isi adalah bagian dari ruang dan waktu. Wadah adalah tempat / kerangka / skema / formal / baju, dll), sedangkan isi adalah formal.
Matematika yang kita pelajari dibagi menjadi 2, yaitu :
1.      Matematika Idealisasi  menganggap sempurna
Pencipta dari matematika idealisasi adalah Plato, diciptakan sekitar 1000 tahun SM. Pengikut Plato dinamakan Platoism.
2.      Matematika Abstraksi   hanya mempelajari sifat-sifat tertentu saja
Matematika geometri  matematika yang mempelajari ukuran dan bentuk
Tingkatan dalam mempelajari matematika, yaitu :
1.      Matematika Konkrit
Matematika konkrit terletak di luar pikiran manusia. Matematika konkrit dipelajari saat SD. Pencipta matematika konkrit adalah Aristoteles. Pengikut Aristoteles dinamakan Aristotelian.
2.      Model Konkrit
Model konkrit dipelajari saat SMP.
3.      Model Formal
Model formal dipelajari saat SMA.
4.      Matematika Formal
Matematika formal dipelajari saat SMA.
Monoisme  Tuhan ada 1 di dalam pikiran dan Tuhan ada di luar pikiran
Antifoundalisme (Intuitism) adalah paham yang menyatakan bahwa matematika mempunyai dasar. Pencipta paham ini adalah Brouwer.
Foundalisme, Idealism, dan Formalism adalah paham yang diciptakan oleh Hilbert. Pada masa Hilbert, terdapat aksioma dan teorema. Pengikut paham Hilbert dinamakan kaum Hilbertian.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar