Rabu, 04 Januari 2012

MATH PROGRAMS FOR INTERNATIONAL COOPERATION IN INDONESIA


By : Marsigit
Concluded Remark : Berliyanti Handayani / 10305144029 / Matematika Swadana 2010
(ntiberliiy.blogspot.com)

Saat ini studi tentang matematika dan ilmu pendidikan di Indonesia memiliki indikasi bahwa prestasi anak dalam mata pelajaran matematika dan Sains adalah rendah, seperti ditunjukkan oleh hasil Ujian Nasional Meninggalkan (EBTANAS) tahun ke tahun baik di Sekolah Dasar dan Menengah. Penguasaan anak-anak di Matematika dan konsep Ilmu Pengetahuan dan keterampilan proses Sains masih rendah.
Untuk meningkatkan matematika dan pengajaran sains di Indonesia, kita perlu:
1.      mengimplementasikan kurikulum yang lebih cocok yaitu lebih sederhana dan fleksibel,
2.      mendefinisikan peran guru yaitu guru harus memfasilitasi siswa dalam belajar,
3.      mendefinisikan kembali peran kepala sekolah, kepala sekolah harus mendukung pengembangan profesional guru dengan berpartisipasi dalam pertemuan ilmiah dan pelatihan,
4.      mendefinisikan kembali peran sekolah, sekolah harus mempromosikan berbasis sekolah manajemen,
5.      mendefinisikan peran pengawas; pengawas harus memiliki latar belakang yang sama dengan guru mampu melakukan supervisi akademik,
6.      peningkatan otonomi guru dalam mencoba menerapkan inovasi dalam mengajar matematika dan ilmu pengetahuan dan pembelajaran, dan
7.      mempromosikan kolaborasi yang lebih baik antara sekolah dan universitas; komunikasi antara dosen dan guru harus ditingkatkan.
Kerjasama antara lembaga pendidikan bisa dilakukan untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia, seperti mencari model alternatif dalam referensi pengalaman pendidikan Jepang. Kita bisa mendapatkan beberapa manfaat kesempatan untuk:
1.      mendiskusikan dan meningkatkan pelaksanaan kurikulum meliputi pengembangan buku teks, bahan ajar, metodologi pengajaran, dan penilaian,
2.      memperkaya pengalaman matematika dan ilmu pendidik,
3.      meningkatkan kualitas mengajar laboratorium pembelajaran dan pengembangan,
4.      memecahkan matematika dan sains belajar mengajar masalah di sekolah,
5.      merekomendasikan cara-cara meningkatkan pendidikan matematika dan ilmu pengetahuan, dan
6.      memenuhi harapan masyarakat dari apa yang disebut praktik yang baik dari matematika dan pendidikan sains.
Untuk kegiatan pertukaran pengalaman di antara lembaga-lembaga pendidikan mungkin bervariasi seperti:
1.      melakukan seminar dan lokakarya,
2.      melakukan kegiatan penelitian bersama,
3.      penerbitan dan penyebarluasan hasil bertukar pengalaman atau jurnal,
4.      membangun jaringan antara lembaga atau Negara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar